Reisha Park merapatkan mantelnya, berusaha menahan dingin yang menusuk rusuknya Menurut ramalan cuaca, suhu hari ini mencapai -2 derajat. Sialnya, Ia tidak membawa sarung tangan, topi, maupun syal. Ia masih tidak terbiasa dengan cuaca yang ekstrim seperti ini. Reisha melongok ke jendela, melihat butiran salju yang turun sedikit demi sedikit, menutupi jalanan kota. Ah, ia rindu kotanya yang hangat dan berlimpah sinar matahari. Hangat. Kapan terakhir kali ia merasa hangat? Matanya awas memandang jendela di sebrang gedung apartemennya. Lampu kamar tersebut padam, menandakan bahwa pemiliknya belum kembali. Ah, Abimanyu Lesmana. Kau pasti kembali menghabiskan malammu bersama perempuan itu kan? Reisha menghela nafas panjang. Entah harus berapa ratus malam ia habiskan untuk menyadari bahwa laki - laki itu tidak lagi peduli padanya. *** Jakarta, 4 Februari 2015 "Sudah cukup, Sha. Aku lelah dengan semua sandiwaramu" "Dengerin aku dulu, bi. Please.." ...
What I think about everything