Skip to main content

high school never ends

Holaa this is my picture and sangrania's crew ...
sangrania itu drama buatan kita semua untuk pelajaran bahasa Inggris. Jadi semua dialognya bahasa Inggris dengan grammar yang sangat berantakan.
Ceritanya sendiri gabungan dari Sangkuriang, Tangled, dan Narnia. Jadi setelah si Sangkuriang (Said) diusir oleh emaknya (Diah yang berkerudung), ia menemukan sebuah kastil yang besar yang ternyata adalah kastilnya Rapunzel (Naura yang bawa-bawa rambut panjang). Nah akhirnya si rapunzel ngajakin Sangkuriang pergi ke kota untuk melihat kembang api. Tapi sayangnya si Rapunzel dicariin sama Madam Gothel (Anna yang bawa kipas kuning) yang jahat. Singkat cerita, Rapunzel dan Sangkuriang sampe di kota, tapi di kota Sangkuriang nemuin cewek cantik yang ternyata adalah Ibunya sendiri. Rapunzel pun ditinggal di kota sendirian ...
Lagi gacin-gacinnya tiba-tiba Madam Gothel yang udah nyamar jadi nenek-nenek dateng dan nawarin pisang buat Rapunzel (Tapi sayangnya pisangnya mejret jadi tinggal kulitnya aja) dan tiba-tiba Rapunzel jatuh ke tanah. Akhirnya Rapunzel dibawa balik ke kastil dan Madam Gothel memanggil 4 ksatria Narnia untuk menjaga sanderanya. Peter (Mbeng), Edmund (Danu), Lucy (Nadia) dan Susan (gue!) akhirnya pasrah.
Sementara itu Sangkuriang akhirnya tau kalo cewek yang dikejarnya itu adalah ibunya sendiri dan insaf. Ibu Sangkuriang menyuruhnya untuk menyelamatkan Rapunzel dan menyatakan cintanya pada Rapunzel. Dengan berat hati Sangkuriang pergi meskipun ia tidak mencintai Rapunzel.
Sampai di kastil, ternyata Madam Gothel sudah dikalahkan sama Petet-Edmund. Akhirnya Sangkuriang membangunkan Rapunzel dengan cara menciumnya menamparnya. Pas bangun Rapunzel terus nyanyi How Does She Know You Love Her dan ternyata Sangkuriang jatuh hati sama Narator -__________-
Jayus sih, tapi menurut kita inilah drama paling spektakuler sepanjang tahun! hahaha

sangrania's crew
the pevensie :))

Comments

Popular posts from this blog

Serena (1)

“Dia cuma teman” ucap Leni mantap. “Teman?” tanya Rea dengan alis diangkat. “Iya, teman kerja.” jawab Leni. Ia sudah tidak semantap tadi. Rea menggebrak mejanya dengan sedikit kesal. “Dan lo percaya gitu aja? Len, lo ga ngerasa kalo cowok lo terlalu sering cerita soal si Sere?” Leni menggeleng. “Hmm .. iya juga sih..” “Lo udah pernah ketemu sama si Sere Sere ini?” Leni menggeleng. “Gue Cuma denger ceritanya dari Putra doang. Si Sere ini tinggal sebatang kara, Re. Makanya Putra baik banget sama dia. Lo tau sendiri lah Putra gimana, orangnya ga tegaan.” “Putra itu tetep cowok, Len. Cowok tuh makhluk abstrak yang gak pernah tahan godaan. Apalagi si Sere ini katanya model. Model, Len. Model!” ucap Rea dengan berapi-api. Leni membelalakkan matanya. “Hus, udah ah Re, ga asik dibahas terus-terusan. Gue percaya kok sama Putra.” “Ga boleh, Len. Lo ga bisa percaya seratus persen sama Putra. Kali ini emang cuma makan bareng. Terus pulang bareng. Abis itu apa lagi yang dilak...

Elina

Namanya Ara. Teman sekamar yang baik. Sudah lama sekali ia menemaniku di kamar ini. Rambutnya panjang sebahu, kulitnya kuning langsat. Bola matanya berwarna coklat. Tingginya hampir menyaingi tinggiku. Setiap malam, dia duduk memandangiku. Sesekali dia akan menarik nafas dan menghembuskannya lagi. Pagi ini ia sudah siap dengan seragamnya yang baru. Bukan lagi kemeja putih dan rok biru, tetapi kemeja putih dan rok abu-abu. Ia tersenyum saat memandangku. Berkali-kali ia memutar tubuhnya, memastikan tidak ada yang akan merusak penampilannya hari itu. “Aku tidak bisa tidur untuk menunggu hari ini” ucapnya padaku. Aku tidak menjawab. Aku tahu kegelisahannya. Semalaman ia hanya duduk di depanku, sama sekali tidak menyentuh tempat tidurnya. “Aku bukan anak kecil lagi” tambahnya. Sekali lagi, aku tidak menanggapi perkataannya. Pikiranku menerawang ke pertemuan pertama kami. Aku berada di ruangan yang sesak oleh barang-barang usang. Debu tebal memenuhi seluruh tubuhku. Lalu Ara d...
Myspace Graphics and Myspace Layouts