Skip to main content

Post Ringaan



Ehem ehem. Semenjak resmi jadi anak psikologi, gue mau ngepost yang berguna - berguna nih. Tapi berhubung otak gue lagi ga berguna buat nulis yang berguna, gue copy paste aja ya hal yang berguna di blog ini.
Ada sebuah permainan dari Jepang, namanya kokology. Asal katanya dari kokoro yang artinya pikiran, semangat, perasaan dan logos artinya ilmu. Jadi kokologi adalah ilmu tentang semangat, perasaan, dan pikiran. Umumnya sih buat mengetahui karakter orang.
Gue tau game ini dari JURNAL 78. Waktu itu kita mau bikin rubrik kokology di majalah AKSARA 78 edisi 1. Nah, karena gue baik hati dan tidak sombong, gue mau ngasih contoh mainan kokology ini. Cara mainnya gampang kok, tinggal jawab pertanyaan yang ada, terus liat keterangannya dibawah. Selamat mencoba :)

A. SEEKOR BURUNG
Suatu hari ada seekor burung tiba-tiba masuk kerumah anda dan terperangkap didalamnya, andapun berniat untuk memeliharanya, namun ada suatu keanehan yang terjadi pada burung tersebut.
Pada hari pertama warna burung tersebut berubah dari biru menjadi kuning, hari kedua berubah lagi dari kuning menjadi merah terang, hari ketiga berubah lagi menjadi hitam.
Dan coba pikirkan akan berubah menjadi warna apakah burung tersebut di hari berikutnya, coba pilih salah satu.....

1. Tetap Hitam.
2. kembali menjadi warna biru.
3. menjadi warna putih.
4. menjadi warna emas.


B. Dibawah langit biru

Bayangkan anda ada disebuah dataran dengan langit yang begitu biru, dan sekali lagi bayangkan sebuah tempat dimana anda merasa nyaman dan tentram.
Pilih salah satu dari 4 tempat dibawah ini...

1. dataran yang dipenuhi salju putih.
2. lautan biru.
3. gunung yang hijau.
4. padang yang dipenuhi bungan bewarna kuning.



C. SEBUAH RUMAH
Di suatu hari yang cerah, kamu sedang berjalan kaki ke suatu daerah yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya dan terkagum-kagum melihat sebuah rumah di seberangnya. Tapi, kenapa ya pintu depannya setengah terbuka?

a. Jangan-jangan rumah itu dirampok!

b. Wah, pemiliknya lupa mengunci pintu tuh!

c. Paling pemilik rumahnya ada di dalam, sedang menyapu pintu
masuk.


D. DI PARASUT
Kita sedang membayangkan diri kita memakai parasut dan sedang menikmati detik demi detik melayang turun di angkasa. Pemandangan seperti apa yang kamu lihat dari atas sana?

a. Hamparan padang rumput berhias bunga-bunga cantik

b. Dari kiri ke kanan, yang terlihat cuma tumpukan berbatu

c. Wow, ada binatang liar super ganas yang sudah siap
menyambut kita dengan mulut terbuka!

d. Sebuah sungai yang mengalir…



E. RUMAH PERMEN
Saat tersesat di hutan seharian, dan kelaparan, apa yang kamu lakukan ketika menemukan sebuah rumah yang terbuat dari permen?

a. Mulai makan apa saja yang terlihat di depan mata

b. Wajib mencoba sebanyak mungkin permen yang ada

c. Begitu menemukan permen kesukaan, baru kita mengisi perut
dan tidak tertarik menjamah permen lain.

d. Gawat, kita gak suka permen dan lebih suka keripik
kentang! 


Sudah punya jawabannya? Sekarang sok silahkan dicek ...

A. SEEKOR BURUNG
1. Burung tetap bewarna Hitam.

Menggambarkan bahwa diri anda adalah seorang yang memilik pandangan yang pesimis.
Apakah anda cenderung percaya bahwa sekali situasi menjadi buruk, maka tidak akan kembali normal? mungkin anda harus mencoba berpikir, ''jika situasi sudah sangat buruk, maka tidak akan berubah menjadi lebih buruk lagi.
Ingatlah tidak ada hujan yang tak berhenti. dan tidak ada malam yang terus gelap dimana tidak ada fajar".

2. Burung berubah kembali menjadi biru.

Menggambarkan bahwa diri anda adalah seorang yang Optimis.
Anda percaya bahwa hidup adalah campuran dari baik dan buruk. Tidak ada gunanya melawan kenyataan.
Anda menerima kemalangan dengan tenang dan membiarkan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan jalur tanpa stres dan kuatir. Harapan ini membuat anda menjalani gelombang kemalangan tanpa terhanyut didalamnya.


3. Burung berubah menjadi Putih.
Mereka yang mengatakan bahwa burung akan berubah warna menjadi putih adalah orang tenang dan tegas dibawah tekanan.
Anda tidak perlu menghabiskan waktu hanya untuk resah dan tidak mengambil keputusan ketika krisis timbul.
Jika situasi memburuk, anda merasa lebih baik membuang kekalahan dan mencari cara baru mencapai sasaran daripada berhenti dalam kesedihan yang tak perlu.
Pendekatan proaktif ini berarti segala sesuatu secara alami berjalan dengan lancar.


4. Burung berubah menjadi warna Emas.

Mereka yang berkata burung akan berubah menjadi warna emas,adalah seseorang yang tidak memiliki rasa takut.
Anda tidak mengenal tekanan. Bagi anda, setiap krisis adalah sebuah kesempatan.
Anda dapat dibandingkan dengan Napoleon, yang berkata "...Mustahil : Kata itu bukan bahasa perancis."
Tapi berhati-hatilah untuk tidak membiarkan kepercayaan diri yang tidak terbatas mengalahkan anda.
Ada batas yang tipis antara tidak memiliki rasa takut dan membabi buta.

B. Dibawah langit Biru.

1. Dataran yang dipenuhi salju Putih.

Anda diberkati oleh sensitivitas khusus yang membuat anda mengerti dengan pandangan sekilas dan menguraikan masalah yang rumit tanpa membutuhkan bukti atau penjelasan. anda memiliki kemampuan untuk membuat keputusan dan bahkan menjadi seorang Visioner.
Percayailah selalu intuisi anda yang pertama, mereka akan menuntun anda dengan baik.

2. Lautan Biru

Anda memiliki bakat alami untuk hubungan antar pribadi.
Orang-orang menghormati kemampuan anda berkomunikasi dengan orang lain dan cara anda membantu bermacam-macam kelompok bersama-sama.
Hanya dengan berada disana, anda membantu orang lain bekerja dengan lebih lancar dan efisien, membuat anda menjadi seorang anggota yang sangat berharga dalam suatu proyek atau tim.
Ketika anda berkata " bagus. teruskan kerja anda yang baik," orang-orang tahu anda mengatakan yang sebenarnya.
Jadi kata-kata itu sangat berarti bagi mereka yang mendengarkannya.


4. Padang yang penuh dengan bunga berwarna Kuning.

Anda adalah sumber pengetahuan dan kreativitas, penuh dengan gagasan dan potensi yang hampir tak terbatas.
Tetaplah menyesuaikan diri terhadap perasaan orang lain dan jangan pernah berhenti membangun mimpi.
Tidak ada apapun yang tidak bisa anda capai.


C. SEBUAH RUMAH
1. Membayangkan kenapa sebuah pintu terbuka berhubungan dengan cara kita bereaksi terhadap keadaan darurat.

a. Menggambarkan orang yang tidak sempat panic karena sibuk
mencari solusi

b. Orang yang sangat santai, bahkan dalam situasi genting

c. Orang yang walaupun terlihat santai tapi tidak pernah
lengah.

 

D. DI PARASUT
3. Pemandangan ini adalah bayangan tingkat optimisme dan pesimisme kita dalam hidup.

a. Menunjukkan tingginya rasa optimis

b. Menggambarkan sikap yang selalu waspada

c. Tidak pernah melewatkan kesempatan untuk tertawa bahkan
saat ditimpa masalah.

d. Terlalu sibuk berpikir dan lebih memanfaatkan energi yang
ada untuk bersiap menyambut apapun yang akan terjadi.



E. RUMAH PERMEN
4. Reaksi kita pada rumah permen menunjukkan sikap kita dalam persahabatan.

a. Polos seperti anak kecil, sehingga mudah dimengerti dan
diterima orang lain, walaupun gampang ditipu juga.

b. Tidak keberatan bertemu banyak orang, tapi belum tentu
bersedia berhubungan lebih dalam dengan seseorang.

c. Membatasi diri, sudah cukup bila menemukan satu orang
dengan minat dan selera yang sama.

d. Berusaha terlihat berbeda termasuk dalam memilih teman.

Comments

Popular posts from this blog

Serena (1)

“Dia cuma teman” ucap Leni mantap. “Teman?” tanya Rea dengan alis diangkat. “Iya, teman kerja.” jawab Leni. Ia sudah tidak semantap tadi. Rea menggebrak mejanya dengan sedikit kesal. “Dan lo percaya gitu aja? Len, lo ga ngerasa kalo cowok lo terlalu sering cerita soal si Sere?” Leni menggeleng. “Hmm .. iya juga sih..” “Lo udah pernah ketemu sama si Sere Sere ini?” Leni menggeleng. “Gue Cuma denger ceritanya dari Putra doang. Si Sere ini tinggal sebatang kara, Re. Makanya Putra baik banget sama dia. Lo tau sendiri lah Putra gimana, orangnya ga tegaan.” “Putra itu tetep cowok, Len. Cowok tuh makhluk abstrak yang gak pernah tahan godaan. Apalagi si Sere ini katanya model. Model, Len. Model!” ucap Rea dengan berapi-api. Leni membelalakkan matanya. “Hus, udah ah Re, ga asik dibahas terus-terusan. Gue percaya kok sama Putra.” “Ga boleh, Len. Lo ga bisa percaya seratus persen sama Putra. Kali ini emang cuma makan bareng. Terus pulang bareng. Abis itu apa lagi yang dilak...

Elina

Namanya Ara. Teman sekamar yang baik. Sudah lama sekali ia menemaniku di kamar ini. Rambutnya panjang sebahu, kulitnya kuning langsat. Bola matanya berwarna coklat. Tingginya hampir menyaingi tinggiku. Setiap malam, dia duduk memandangiku. Sesekali dia akan menarik nafas dan menghembuskannya lagi. Pagi ini ia sudah siap dengan seragamnya yang baru. Bukan lagi kemeja putih dan rok biru, tetapi kemeja putih dan rok abu-abu. Ia tersenyum saat memandangku. Berkali-kali ia memutar tubuhnya, memastikan tidak ada yang akan merusak penampilannya hari itu. “Aku tidak bisa tidur untuk menunggu hari ini” ucapnya padaku. Aku tidak menjawab. Aku tahu kegelisahannya. Semalaman ia hanya duduk di depanku, sama sekali tidak menyentuh tempat tidurnya. “Aku bukan anak kecil lagi” tambahnya. Sekali lagi, aku tidak menanggapi perkataannya. Pikiranku menerawang ke pertemuan pertama kami. Aku berada di ruangan yang sesak oleh barang-barang usang. Debu tebal memenuhi seluruh tubuhku. Lalu Ara d...
Myspace Graphics and Myspace Layouts