Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2010

satu-Awal Mula

@Halte Bus 15 Januari 2010 07.00 Jakarta hujan. Awan hitam menggelayut. Hawa dingin menusuk tulang, membuat tubuh menggigil. Seorang gadis menunggu di halte bis, mengenakan seragam sekolah batik dan rok biru khas anak SMP. Rambutnya lurus sampai ke bahu, kulitnya kuning langsat. Tingginya kira-kira 150 cm dan dia menjinjing tas ransel berwarna ungu lavender dipundaknya. Gadis itu melirik ke arloji di tangan kirinya. Ia mendesah. Sebenarnya, ia bisa saja berjalan kaki menuju sekolahnya yang jaraknya empat ratus meter. Masalahnya, hujan turun deras sekali dan Ilona lupa membawa payungnya. Ia tidak mau basah kuyup tersiram hujan. Berkali-kali ia menelepon temannya, tapi tidak ada yang mengangkat. Ia mulai panik. Pelajaran pertama hari ini adalah guru killer yang tidak pernah mentolerir keterlambatan. Tiba – tiba sebuah mobil berhenti tepat didepan halte. Pintu bagian penumpang terbuka, dan keluarlah seorang gadis lagi dengan seragam yang sama, membawa payung winnie the pooh. “Kit...

PERJALANAN

Kemarin, tanggal 16 Januari 2010 gue dan rini bertualang ke SMA 26. Letaknya di TEBET. Yaa, itu tempat yang belum pernah gue jamah dengan angkot. Alhasil, gue pasrah dengan info dari Fira, si empunya sekolahan. Jadi instruksinya begini : Dari Jatibaru, naik 640 turun di Pancoran. Dari Pancoran, naik 62 turun di McD Tebet Dari McD Tebet, naik bajaj sampai SMA 26. Tunggu. Perjalanan bukan dimulai dari Jatibaru, melainkan dari Jalan Bhakti IV/I Kemanggisan. Gue harus naik P16 sampai Tanah Abang, kemudian baru naik 08 dan turun di Jatibaru. Tebak apa yang ada di otak gue waktu gue sampe di sana. Yaaa tentu saja si tuan abnormal a.k.a p**** It has been three years, and I'm still can't forget him. Yayaya, I'm a stupid. Fool. I'm trapped in the past and can't let go of it. Oke, kembali ke perjalanan. Jadi gue bertemu Rini disitu dan mulai naik 640. Catat, waktu itu gue lapar sangat karena stamina gue dikuras oleh SERENADE (lagi) Mulailah gue ngobrol d...

Tentang Hidup

Jangan pernah hidup untuk masa lalu. Hiduplah untuk hari ini, untuk hidup di hari esok. Kalau kamu pernah mengalami pahit di hari kemarin, jangan ungkit lagi rasa pahit itu hari ini. Bukan berarti kamu harus melupakan masa lalu, karena masa sekarang ada karena masa lalu. Maksudnya, kamu nggak boleh mengulang kesalahan yang sama. Ingat, cuma keledai yang jatuh dua kali ke lubang yang sama. Belajarlah dari masa lalu, karena masa lalu merupakan pembentuk pribadi kita hari ini. Jika kamu pernah tidak lulus matematika 2, maka kamu akan sangat berhati-hati saat mendapat pelajaran mat 3. Jadi begitulah, hidup cuma berputar disekitar situ saja. Hari ini akan jadi hari kemarin jika hari esok tiba. Intinya, jangan pernah berhenti semangat menjalani hidup. HIDUP!

Euforia pasca raport semester 3

Kenyataannya adalah, matematika 3 gue cuma 68. Berarti, gue harus ikut klinik mat 3. Anjrit ya mat 3 itu susah banget, terutama trigonometri. Satu-satunya yang gue suka cuma dimensi 3, tapi sayangnya itu butuh ketelitian yang saaaaaaaaaangaaaat tinggi. Dan gue bukan orang seperti itu. Akibatnya adalah, gue harus mendengar ocehan PA gue tersayang ibu zz. Ocehan yang sangat pedas. Lebis pedes daripada lu makan risol isi cabe rawit. Untungnya gue udah punya penangkal kepedesan itu. Caranya, jangan pernah dengerin dia ngomong. titik, tanpa koma.